Didiek
Posted on
Projects & Solutions

Tentang Janjio

Author

Ketika seseorang menyimpan sebuah perjanjian, yang disimpan bukan hanya sebuah dokumen. Di dalamnya terdapat identitas, kepercayaan, komitmen, dan terkadang cerita yang sangat pribadi.

Karena itulah, sejak hari pertama pengembangan Janjio, saya mengambil satu keputusan yang tidak pernah berubah hingga hari ini:

Keamanan bukanlah fitur tambahan. Keamanan adalah fondasi utama.

Kepercayaan Adalah Hal yang Paling Berharga

Sebagai pengguna sebuah aplikasi, saya sering bertanya kepada diri sendiri:

"Apakah saya benar-benar percaya untuk menyimpan data pribadi saya di sini?"

Pertanyaan yang sama saya gunakan ketika membangun Janjio.

Jika saya sendiri tidak yakin terhadap keamanan aplikasi yang saya buat, bagaimana mungkin saya berharap orang lain akan mempercayainya?

Karena itulah hampir setiap keputusan teknis selalu diawali dengan satu pertanyaan:

"Apakah ini sudah cukup aman?"

Data Sensitif Tidak Disimpan Apa Adanya

Janjio dirancang agar informasi sensitif tidak tersimpan dalam bentuk teks biasa di database.

Data penting diamankan menggunakan enkripsi AES-256, salah satu standar enkripsi yang digunakan secara luas untuk melindungi informasi digital.

Pendekatan ini membuat data tetap terlindungi meskipun suatu saat terjadi akses yang tidak sah terhadap database.

Setiap Dokumen Memiliki Identitas Digital

Setelah sebuah dokumen selesai ditandatangani, sistem akan menghasilkan hash SHA-256.

Hash tersebut berfungsi sebagai sidik jari digital.

Apabila isi dokumen berubah, meskipun hanya satu karakter, hash yang dihasilkan juga akan berubah. Dengan cara ini, keaslian dokumen dapat diverifikasi kapan saja.

Tanda Tangan Digital Terverifikasi

Sebelum menandatangani dokumen, pengguna harus memverifikasi identitas menggunakan One-Time Password (OTP) dari aplikasi Google Authenticator atau Microsoft Authenticator yang telah didaftarkan sebelumnya. Dengan demikian, hanya pemilik akun yang dapat melakukan proses penandatanganan.

Setelah dokumen ditandatangani, Janjio secara otomatis menghasilkan QR Code yang berisi informasi verifikasi, seperti judul dokumen, pihak yang menandatangani, serta waktu penandatanganan. QR Code ini dapat dipindai untuk memverifikasi keaslian dokumen, sehingga membantu mengurangi risiko pemalsuan dokumen.

Keamanan Adalah Sebuah Proses

Saya percaya tidak ada aplikasi yang dapat mengklaim dirinya 100% aman.

Ancaman keamanan terus berkembang, begitu pula teknik serangan yang digunakan.

Karena itu, keamanan bukan sesuatu yang selesai dikerjakan sekali, melainkan proses yang harus terus ditingkatkan seiring berkembangnya aplikasi.

Prinsip tersebut akan terus menjadi bagian dari perjalanan Janjio.

Bagi sebagian orang, keamanan mungkin hanya terlihat sebagai daftar teknologi seperti AES-256, SHA-256, OTP, atau QR Code.

Namun bagi saya, semua itu memiliki tujuan yang jauh lebih sederhana.

Saya ingin setiap orang merasa tenang ketika menyimpan dokumen dan komitmen mereka di Janjio.

Karena kepercayaan pengguna bukan sesuatu yang bisa diminta.

Kepercayaan harus dibangun, dijaga, dan dibuktikan melalui setiap keputusan yang diambil dalam proses pengembangan aplikasi.

Dan itulah komitmen yang akan terus saya pegang dalam membangun Janjio.