- Posted on
- • Knowledge Base
Memahami OSI (Open Systems Interconnection)
- Author
-
-
- User
- Didiek
- Posts by this author
- Posts by this author
-
Dalam dunia jaringan komputer, ada satu konsep fundamental yang sering jadi “peta besar” untuk memahami bagaimana data bergerak dari satu perangkat ke perangkat lain, yaitu model OSI (Open Systems Interconnection).
Walaupun terlihat teknis, memahami OSI justru sangat membantu, karena memberi gambaran sederhana tentang bagaimana internet dan jaringan bekerja.
Apa Itu Model OSI?
Model OSI adalah kerangka kerja yang membagi proses komunikasi jaringan menjadi 7 lapisan (layer). Setiap layer punya tugas spesifik, sehingga proses pengiriman data jadi lebih terstruktur dan mudah dipahami.
untuk memahami lebih lanjut, berikut 7 Layer OSI dan fungsinya :
| Layer | Nama Layer | Fungsi Utama |
|---|---|---|
| 7 | Application | Menyediakan layanan langsung ke user (aplikasi) |
| 6 | Presentation | Mengatur format data, enkripsi, kompresi |
| 5 | Session | Mengatur dan menjaga sesi komunikasi antar perangkat |
| 4 | Transport | Mengatur pengiriman data end-to-end, reliabilitas |
| 3 | Network | Menentukan jalur (routing) dan alamat IP |
| 2 | Data Link | Mengatur komunikasi antar perangkat dalam satu jaringan lokal |
| 1 | Physical | Transmisi sinyal fisik (kabel, listrik, gelombang) |
kemudian untuk memahami bagiamana prosesnya, berikut saya coba sajikan analogi proses komunikasi data: “Browser mengakses website”
| Layer | Nama Layer | Apa yang terjadi secara teknis | Analogi proses komunikasi data |
|---|---|---|---|
| 7 | Application | Browser membuat request HTTP/HTTPS ke server | Aplikasi (browser) membuat permintaan “ambil halaman web” |
| 6 | Presentation | Data diformat, dienkripsi (HTTPS/TLS), dan disiapkan | Data diubah jadi format standar + dienkripsi sebelum dikirim |
| 5 | Session | Dibuat sesi komunikasi antara client dan server | Browser dan server “sepakat” mempertahankan koneksi sesi |
| 4 | Transport | Data dipecah jadi segmen TCP/UDP + reliabilitas | TCP memastikan semua data sampai lengkap & urut |
| 3 | Network | Paket diberi IP source & destination + routing | Paket “ditandai alamat IP” dan dipilih rute lewat internet |
| 2 | Data Link | Frame dikirim di jaringan lokal (MAC address) | Data dikirim dari device ke router lewat WiFi/Ethernet |
| 1 | Physical | Sinyal listrik, cahaya, atau gelombang radio | Bit dikirim sebagai sinyal lewat kabel/fiber/WiFi |
dan untuk kamu yang ingin memahami secara teknis, berikut alurnya
- Application (Browser)
- Browser membuat HTTP request: “GET /index.html”
- Presentation (TLS/Encoding) Jika HTTPS:
- Data dienkripsi (TLS)
- Format HTTP disiapkan
- Session
- Handshake koneksi (session dibangun)
- Koneksi tetap aktif selama browsing
- Transport (TCP)
- Data dipecah jadi segmen
- Diberi nomor urut
- ACK untuk memastikan sampai
- Network (IP)
- Paket diberi IP tujuan (server)
- Router menentukan rute terbaik
- Data Link (Ethernet/WiFi)
- Frame dikirim ke router terdekat
- Menggunakan MAC address
- Physical
- Bit dikirim sebagai sinyal (radio/kabel/fiber)
Saat kamu kirim data (misalnya membuka website), data itu tidak langsung dikirim mentah.
Dia akan “dibungkus” berlapis-lapis seperti ini:
Data
→ Segment
→ Packet
→ Frame
→ Bit
Sehingga terjadi perubahan bentuk dalam prosesnya seperti berikut :
1. Data (Layer 7–5: Application, Presentation, Session)
Ini masih “isi murni” berupa sebuah Data
Contoh:
GET /index.html
Belum ada alamat, belum ada aturan jaringan.
2. Segment (Layer 4 – Transport)
Di sini masuk Transmission Control Protocol atau UDP.
Data mulai:
- dipecah jadi bagian kecil
- diberi nomor urut
- diberi port (misalnya 443 untuk HTTPS)
Contoh:
Segment:
- Source Port: 50000
- Destination Port: 443
- Sequence: 1, 2, 3...
Tujuan: memastikan data bisa disusun ulang dengan benar di tujuan.
3. Packet (Layer 3 – Network)
Masuk Internet Protocol
Sekarang data diberi alamat global:
Packet:
- Source IP: 192.168.1.10
- Destination IP: 142.250.x.x
Tujuan: menentukan “pergi ke mana di internet”.
4. Frame (Layer 2 – Data Link)
Sekarang masuk dunia lokal (WiFi / kabel Ethernet)
Ditambahkan:
- MAC address
- kontrol error lokal
Contoh:
Frame:
- Source MAC: AA:BB:CC
- Destination MAC: Router
Tujuan: kirim dari device → router terdekat.
5. Bit (Layer 1 – Physical)
Semua tadi berubah jadi:
0101010101110001...
Ini bentuk paling dasar:
- listrik (kabel)
- gelombang radio (WiFi)
- cahaya (fiber optic)
Kenapa disebut “enkapsulasi”?
Karena setiap layer: membungkus data dengan informasi tambahan (header/trailer)
Seperti ini:
[Frame [Packet [Segment [Data]]]]
Kenapa tiap layer hanya “melihat atas & bawah”?
Karena desainnya dibuat modular:
Contoh:
- Application tidak peduli routing
- Network tidak peduli isi website
Data Link tidak peduli IP internet
Ini membuat sistem:
lebih mudah dikembangkan
- lebih mudah troubleshooting
- lebih scalable
Analogi teknis sederhana bayangkan kamu kirim data:
Layer 7–5:
“Ini data HTTP”
Layer 4:
“Ini pakai TCP port 443”
Layer 3:
“Ini ke IP 142.250.x.x”
Layer 2:
“Ini ke router MAC XX:XX”
Layer 1:
“Ini jadi sinyal listrik / radio”
Kebalikannya saat diterima di sisi server prosesnya dibalik:
Bit → Frame → Packet → Segment → Data
Ini disebut: 👉 Decapsulation
Sehingga :
OSI = cara data “dibungkus dan dilepas” Data berubah bentuk di tiap layer:
Data → Segment → Packet → Frame → Bit
* Setiap layer:
✔ tambah informasi sendiri
✔ tidak peduli detail layer lain
✔ hanya fokus tugasnya