Memotret Bangunan

July 24, 2012

Pada tutorial kali ini, saya mencoba membahas beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memotret bangunan.

Bila kita berpergian, biasanya banyak obyek bangunan menarik yang ingin kita abadikan.
Bangunan menjulang tinggi yang kita potret, biasanya menghasilkan perspektif seakan-akan bangunan itu condong ke belakang. Hal ini karena kita memotretnya pada posisi yang lebih rendah dan jarak antara kamera dengan obyek foto yang cukup dekat.


Saya pribadi menganggap hasil foto di atas adalah hasil foto dengan sudut angle yang diinginkan.

Tapi apabila anda ingin memperbaiki perspektif ini, usahakan lebih mundur ke belakang dalam mengambil foto, atau memotret dari posisi ketinggian yang sama dengan gedung tersebut. Kemudian kita bisa juga menggunakan 'shift lens', yang merupakan lensa yang dapat ditekuk sesuai kebutuhan pemakai, atau hal yang lebih praktis adalah menggunakan software seperti Photoshop, menggunakan fitur 'lens distortion' dan kita rubah vertical distortion sesuai dengan yang kita inginkan.

Kemudian, kapankah waktu terbaik untuk memotret?
Secara umum untuk foto outdoor, waktu yang terbaik adalah di pagi hari dan di sore hari, dimana sinar matahari agak condong dengan pencahayaan yang soft/halus. Apabila matahari tepat di atas kepala kita, akan menghasilkan pencahayaan yang terlalu keras. Kalau cuaca mendung kita akan mendapatkan pencahayaan yang warm/hangat. Teori ini juga berlaku di dalam studio foto dengan penggunaan diffuser, umbrella agar mendapatkan pencahayaan yang tidak terlalu keras.

Arah sinar matahari, tentu akan menentukan juga hasil foto kita.
Yang ideal adalah sinar matahari soft dengan arah dari samping depan, hasil foto akan tampak jelas dan elegan.


Akan tetapi seringkali kita tidak mendapatkan waktu dan posisi yang ideal. Saat inilah kita harus lebih kreatif dan menentukan efek foto menarik lainnya yang dapat dihasilkan.

Yang ingin saya tekankan adalah, dalam fotografi kita tidak dibatasi oleh aturan atau anggapan yang berlaku. Kreatifitas harus dibuka seluas-luasnya.

Hal berikutnya yang perlu diperhatikan tentunya adalah komposisi.


Dalam komposisi foto di atas, saya memuat dedaunan di pojok kiri, untuk menghilangkan kesan langit yang membosankan.

Kemudian carilah lokasi dan detail-detail yang tidak diperhatikan, tetapi menarik setelah diabadikan dengan kamera kita.

Kemudian yang terakhir adalah memotret interior bangunan atau bangunan di malam hari.
Kamera mengukur metering pencahayaan sesuai dengan kondisi cahaya yang tersedia. Kondisi pemotretan keduanya memerlukan kecepatan rana/shutter speed yang biasanya lambat. Untuk itu gunakanlah tripod atau usahakan kita tidak bergerak dalam memotretnya. Untuk lebih jelasnya dapat dibaca di tutorial mengenai Exposure.



Sekian kiranya tutorial kali ini, semoga bermanfaat.

Salam dan terima kasih.
Didiek.

Go Back

Thx for info nya, sangat bmanfaat.

Salam kenal @dwi hartati
Terima kasih banyak sudah visit... :)



Comment