Foto Portrait

July 24, 2012

Memotret manusia adalah hal yang sangat menarik, karena setiap orang mempunyai karakteristik yang berbeda.

Kesulitannya adalah bagaimana kita dapat menangkap momen yang bagus dalam waktu yang sangat singkat, menggunakan pencahayaan yang ada serta peralatan dan setting kamera yang tepat.

Untuk foto portrait, lensa ideal yang digunakan adalah lensa dengan focal length 70 mm atau lebih dengan bukaan aperture yang besar. Hal ini supaya wajah tidak mengalami distorsi cembung, dan juga dengan lensa panjang, kita dapat mengambil foto dengan jarak yang cukup sehingga tidak mengganggu obyek fotonya.
Gaya yang tidak diatur dan apa adanya, hasilnya akan lebih bercerita dan alami.

Syarat sebuah foto portrait yang baik, adalah apabila dalam hasil foto itu kita dapat menangkap karakter, emosi, sifat, atau pekerjaan/pengalaman/perjalanan hidup dari seseorang yang kita potret. Foto itu seperti bercerita mengenai orang yang kita potret.

Hal tersebut diatas dapat kita wujudkan, karena dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu melihat seseorang dalam keadaan yang bergerak, sehingga pada saat kita dapat merekamnya dalam satu jepretan yang diam, semuanya terbaca dalam sebuah gambar.

Interpretasi setiap orang dalam melihat sebuah gambar dapat berbeda-beda, dan bisa saja tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Di bawah ini adalah contoh interpretasi saya atas beberapa foto portrait berikut ini.


Saya ambil foto di atas dalam sebuah rombongan pertunjukan kuda lumping.
Foto ini bercerita kepada saya, bahwa dua anak kecil ini berteman atau bersaudara. Anak di sebelah kanan lebih dominan dan serius sementara anak yang dirangkulnya lebih periang. Foto orang-orang di belakangnya merupakan anggota rombongan yang lain, mungkin juga kakak atau orang tuanya, dan salah satunya tersenyum mengetahui ada yang memotret kedua anak itu.


Seorang anggota rombongan kuda lumping yang sedang 'trance', disaksikan oleh saya dari depan dan juga mendapat perhatian orang-orang di belakang foto.


Seorang Bapak dengan pengalaman hidup yang panjang, tidak senang banyak bicara.
Perhatikan bahwa komposisi juga menambah cerita dalam foto ini.


Seorang pekerja keras yang tekun dan jujur, sedang beristirahat, terlihat mempunyai sifat yang ramah dan apa adanya.


Kelelahan setelah pekerjaan yang berat berhari-hari di perjalanan.


Anak-anak sedang bermain di dekat area tempat tinggalnya.
Anak yang di tengah sangat periang dan ekspresif bergaya seperti model, anak yang lain lebih pemalu.

Demikian beberapa contoh foto portrait dan apa yang diceritakannya.
Silahkan anda coba...

Dan sebagai penutup tutorial ini, berikut adalah foto-foto yang saya dapatkan di acara Java Jazz, dengan cerita yang sangat berbeda dengan foto-foto di atas.


Semoga bermanfaat.
Salam dan terima kasih.
Didiek.

Go Back

Keren om!

makasiih Carina... :D



Comment