Pengalaman Menggunakan Commuter Jabodetabek

November 29, 2015

Hari Minggu 22 Nopember 2015, saya mencoba kereta commuter Jabodetabek.

Buat banyak orang pastinya bukan sesuatu yang istimewa, tapi buat saya ini yang pertama kali... ;)

Jadi saya tulis dalam blog ini, mungkin pembaca dapat sedikit info dan bisa melihat hasil fotonya.

Diawali di hari Minggu pagi itu, saya sedang membersihkan box penyimpanan kamera, dan setelah memegang kamera rasanya ingin berburu foto. Teringat commuter Jabodetabek rute Bogor-Jakarta Kota yang melewati stasiun dekat tempat tinggal saya, spontan saya memutuskan untuk berjalan kaki menuju stasiun, yaitu stasiun Tanjung Barat.

Info yang saya dengar, kereta yang digunakan sama dengan yang pernah digunakan di Jepang. Terbayang kenyamanan yang akan diperoleh penggunanya, dan katanya pelayanan jasa kereta api sekarang lebih baik.

Dengan tas kecil berisikan kamera mirrorless dengan lensa 20mm, saya berjalan menuju stasiun sekitar 10 menit. Untuk mencapai stasiun, harus menyeberang melalui jembatan penyeberangan.

Dari atas jembatan terlihat kereta api memasuki stasiun Tanjung Barat yang tidak terlalu besar, semoga ini akan menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Turun dari jembatan penyeberangan, langsung masuk dalam kawasan stasiun yang dikelilingi oleh pagar berwarna hijau. Diluar pagar terlihat banyak angkot yang menunggu penumpang.

Sampailah saya di loket pembelian tiket, kesan pertama cukup rapih.
Pertanyaan saya dijawab dengan ramah dan jelas oleh petugas tiket, hanya mic dan speaker pada bilik kaca pembelian sepertinya rusak, sehingga harus mengeraskan suara agar terdengar.

Harga tiket sangat murah, dari stasiun Tanjung Barat sampai ke stasiun Jakarta Kota hanya 2.000 rupiah. Pilihannya adalah membeli tiket sementara yaitu 12.000 rupiah, dan setelah sampai pada stasiun tujuan, fisik tiket dapat ditukar kembali dengan uang sebesar 10.000 rupiah.

Pilihan kedua adalah membeli kartu multi trip, seperti kartu langganan. Saya memutuskan membeli seharga 50.000 rupiah, dengan nilai yang dapat digunakan sebesar 30.000 rupiah.

Harapan saya cukup tinggi dengan layanan commuter ini.

Trip pertama ini saya putuskan untuk menuju stasiun Jakarta Kota, untuk menuju lokasi Kota Tua, dimana saya sering membawa komunitas dan murid-murid fotografi untuk hunting/berburu foto. Kalau ternyata menyenangkan, acara hunting foto berikutnya bisa menggunakan commuter.

Hal pertama yang agak menarik perhatian adalah sarana penumpang untuk berpindah dari peron 1 ke peron 2. Calon penumpang harus menyeberangi jalur rel kereta api, rasanya cukup berbahaya walaupun terlihat ada beberapa petugas disana.

Saya pun menyeberangi jalur rel kereta api menuju peron 2, dimana jalur kereta menuju stasiun Jakarta Kota. Peron 1 merupakan jalur menuju stasiun Depok dan juga stasiun Bogor. Lain kesempatan saya ingin mencoba menuju Bogor dan hunting foto di Kebun Raya Bogor, Insya Allah.

Saya tidak terburu buru menaiki kereta, duduk santai di bangku peron sambil melihat lihat lalu lalang orang yang berpergian dan juga memperhatikan kereta yang datang dan pergi.

Stasiun Tanjung Barat terlihat cukup bersih, informasi perjalanan dari pengeras suara cukup jelas, walaupun tidak terlihat papan informasi elektronik di sepanjang lokasi stasiun.

Setelah puas menikmati stasiun, saya menaiki kereta api tujuan Jakarta Kota.

Masuk, duduk dan memperhatikan seluruh ruang dalam kereta api, terkesan juga saya dengan kondisi yang bersih dan dinginnya AC dalam kereta. Goncangan kereta juga terasa nyaman, wah hebat pikir saya... :) senang kalau transportasi di negara kita bisa seperti ini.

Beberapa stasiun terlewati dengan lancar... stasiun Pasar Minggu... stasiun Pasar Minggu Baru... stasiun Duren Kalibata... saya mengikuti jalur perjalanan dari informasi peta perjalanan (walaupun tidak elektronik) dan juga menggunakan google maps dengan GPS dari smartphone.

Berhenti sebentar di setiap stasiun, pintu terbuka, kemudian beberapa detik pintu tertutup dengan rapih, dilengkapi dengan informasi dari pengeras suara yang cukup informatif... hebat ini saya pikir :)

Oops... sepertinya kesenangan saya terlalu cepat, senyum di bibir saya mulai menghilang pada saat kereta akan memasuki stasiun Manggarai. Kereta berhenti bergerak lebih dari 20 menit... :( begitupun seterusnya kereta bergerak lambat memasuki stasiun-stasiun lainnya... huhuuu... sabar deh.

Petugas meminta maaf melalui pengeras suara, lumayan pikir saya setidaknya ada pemberitahuan.

Melewati stasiun Gambir, kereta memang tidak dijadwalkan berhenti disana dan mengambil penumpang, akan tetapi kereta tetap berhenti dengan alasan teknis.

Syukur juga para penumpang setidaknya mendapat hiburan melihat Tugu Monas dari balik jendela kereta.

Bahkan ada yang melakukan selfie keluarga, walaupun terlihat anak-anaknya yang masih kecil tampak tidak perduli dan Tugu Monas lebih menarik perhatian mereka, hehe... :)

Uuh bosan rasanya berada di dalam kereta, sudah lebih dari satu setengah jam. Akhirnya saya foto apa saja yang terlihat dalam kereta, termasuk kaki dan sandal ini...

Beberapa penumpang di stasiun Mangga Besar (2 stasiun sebelum stasiun Jakarta Kota) mulai berteriak-teriak memaki-maki entah siapa, hehe... maklum ada banyak orang yang gede galaknya, tapi tidak bertindak yang ada gunanya.

Akhirnya sampai juga di stasiun Jakarta Kota, total waktu 2 jam.

Begini urutan stasiunnya: Tanjung Barat – Pasar Minggu – Pasar Minggu Baru – Duren Kalibata – Cawang – Tebet – Cikini – Gondangdia – Gambir (tidak berhenti) – Juanda – Sawah Besar – Mangga Besar - Jayakarta – Jakarta Kota.

14 stasiun yang harus dilewati dari Tanjung Barat menuju Jakarta Kota, kalau on time sepertinya 30 menit sudah dapat tercapai lokasi tujuan.

Terlihat stasiun Jakarta Kota adalah bangunan tua bersejarah.

Setelah mengamati stasiun Jakarta Kota, saya berjalan menuju ke area Kota Tua, jaraknya tidak terlalu jauh mungkin sekitar 500 meter. Terlihat suasana stasiun Jakarta Kota dari luar.

Sesampainya di Kota Tua, saya memotret sekedarnya, karena siang hari ada keperluan lain, sehingga tidak bisa berlama-lama.

Amat disayangkan Kota Tua terlihat banyak sampah dimana-mana. Begitu pula kamar mandi umumnya amat sangat tidak baik. Turis asing tidak banyak, dan saya kuatir akan kebersihannya.

Buat yang suka jajan, jangan kuatir ke arah manapun di Kota Tua, terdapat banyak penjual makanan. Mau yang murah meriah, sampai restoran seperti Cafe Batavia yang buat kebanyakan orang cukup mahal, buka sampai malam hari.

Tidak sampai 1 jam saya disana, itupun sudah termasuk menyantap pecel sayuran yang lezat ditambah gorengannya dan air mineral dingin.

Kembali berjalan ke stasiun Jakarta Kota, tidak lama menunggu, sekitar 10 menit, kereta yang menuju Depok atau Bogor sudah siap untuk dinaiki. Cukup letakkan kartu multi trip pada alat sensor, dan kita dapat memasuki peron stasiun.

O ya, untuk berhati-hati menyeberang jalan dari Kota Tua ke stasiun Jakarta Kota, jalanannya sangat ramai dan tidak ada jembatan penyeberangan. Buat yang takut menyeberang, tunggu saja dan ikut rombongan lain yang menyeberang.

Dengan berharap perjalanan pulang lebih lancar, saya menaiki commuter.

Ternyata kembali kereta berjalan dengan lambat, saya menggunakan stop watch pada smartphone saya dan GPS untuk menentukan sudah sampai dimana perjalanannya.

30 menit pertama dihabiskan dari stasiun Jakarta Kota menuju area Gambir dan Gondangdia, cukup menyebalkan.

Saya putuskan mendengarkan musik dengan earphone, dan tidak berharap kereta berjalan dengan cepat.

Jangan lupa juga memberikan kursi anda buat orang tua, wanita dan anak-anak yaa...

Akhirnya sampai juga saya di stasiun tujuan saya, Tanjung Barat, sekitar satu setengah jam, Alhamdulillah...

Apakah saya akan menggunakan lagi commuter Jabodetabek ini?

Jawabanya adalah; Ya... walaupun kendala waktu yang serius harus ditangani dalam pelayanannya.

Mengapa tidak kapok? Yah bayangkan saja dengan biaya 2.000 rupiah (mungkin termurah di dunia) anda sampai tujuan, dibandingkan dengan Busway yang dorong mendorong di haltenya, atau Taxi sekitar 100.000 ribu rupiah, atau setir mobil sendiri menghadapi kemacetan, atau menaiki sepeda motor yang cukup melelahkan.

Saya rasa waktu 1-2 jam mencapai tujuan adalah hal yang kita semua biasa alami.

Terus terang harapan saya bahwa commuter ini akan setara dengan transportasi di luar negeri tidak tercapai. Semoga makin baik ke depannya.

Demikian kiranya tulisan ini, semoga informasinya dapat membantu buat para calon pengguna commuter Jabodetabek.

Salam dan terima kasih.
 



Rating


Harga *****

Kenyamanan ***

Kebersihan ***

Ketepatan Waktu *

 

Go Back

Nice blog... lain kali mampir pasar minggu baru. Kita ngopi ngopi dulu



Comment