Lawang Sewu, Juli 2012

July 16, 2012

Pada tanggal 8 Juli 2012, saya berkunjung ke kota Semarang.

Tanpa rencana, timbul keinginan untuk mengunjungi bangunan kuno Lawang Sewu yang cukup terkenal.
Lawang Sewu dibangun tahun 1904, terletak di bundaran Tugu Muda, Semarang.

Lawang Sewu dulunya merupakan kantor NIS (Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij). Kemudian setelah masa kemerdekaan, bangunan ini dipakai sebagai kantor DKARI (Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia) yang sekarang menjadi PT Kereta Api Indonesia. Selain itu, Lawang Sewu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah.

Pada masa perjuangan, gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat selama lima hari di Semarang (14 Oktober - 19 Oktober 1945), antara pemuda AMKA (Angkatan Muda Kereta Api) melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang.

Bangunan ini disebut Lawang Sewu (seribu pintu) karena mempunyai pintu yang sangat banyak.

Memasuki pelataran gedung, sudah terlihat kemegahan dari bangunan Lawang Sewu ini.
Ditemani oleh seorang guide, perjalanan dimulai...

Sambil memotret exterior gedung, saya menanyakan, apakah betul bahwa bangunan ini angker dan sering ada penampakan, seperti sering diceritakan orang. Tanpa ragu, guide itu menjawab betul, dan sering beberapa kali terekam dari hasil jepretan foto. Penjaga gedung di waktu malam juga sering mendengar suara-suara dari sekitar kawasan gedung.

Keindahan gedung ini dengan lorong-lorongnya membuat saya kembali fokus pada kegiatan pemotretan.

Menuju ke lantai dua, kembali terdapat lorong-lorong dan ruangan yang jumlahnya banyak sekali.
Terlihat banyaknya pintu dan jendela yang menyebabkan bangunan ini disebut Lawang Sewu.

Naik ke atas atap, terdapat lagi ruangan yang luas sekali, lantainya berdebu tebal.
Terlihat jendela-jendela kecil yang memandang keluar bangunan. Terlihat sudut-sudut ruangan yang tidak pernah tersentuh selama bertahun-tahun. Seandainya sudut-sudut itu dapat bercerita...

Terdapat juga ruangan bawah tanah, yang berfungsi sebagai pendingin dari bangunan keseluruhan.
Ruangan bawah tanah itu terendam air dengan penerangan yang sangat minim. Saya turun ke bawah tanah untuk melihatnya. Guide mempersilahkan saya turun tangga ke bawah, tapi dia enggan untuk menemani.

Rasa aneh dan tidak nyaman menyelimuti saya di ruangan bawah tanah itu, gelap lembab, dindingnya rendah, saya jepret beberapa buah foto tapi hasilnya tidak terlalu baik. Perjalanan terhambat, terhalang oleh air dan dinding yang sangat sempit untuk dilalui.

Pengalaman yang cukup seru dan menyenangkan.
Buat rekan-rekan yang mengunjungi kota Semarang, sempatkanlah untuk mampir.

Sekian untuk kesempatan kali ini, salam dan terima kasih.

Go Back

Waaahh kereeenn oeii...jd pengen hunting lagi mas diek..hehe..

Awesome !! angle dan B&W tone nya cakep banget diek'....jd pengen ke sana...



Comment