Bali, 2008

May 9, 2012

Bali...
Sudah tidak perlu diragukan lagi keindahan alam dan budayanya. Merupakan obyek fotografi yang indah dan beragam. Dikunjungi begitu banyak orang baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Dan Bali selalu menyediakan sesuatu untuk di eksplorasi, baik untuk pengunjung baru maupun yang sudah beberapa kali berwisata kesana.

Akhir bulan April 2008, saya mempunyai waktu luang dan pergi ke Bali, seorang diri dengan membawa peralatan fotografi yang cukup.

Tempat pertama yang saya ingin kunjungi adalah Trunyan, dimana sudah jarang sekali didatangi.
Cukup sulit untuk mencapai kesana karena beberapa hal.
Dimulai dari Kintamani, kita dapat menikmati pemandangan dari atas Danau Batur. Kemudian setelah makan siang saya turun menuju Danau Batur yang mempunyai kedalaman sekitar 65 meter. Dari sini menggunakan perahu setempat menuju ke Trunyan.

Trunyan adalah sebuah desa yang berada di kecamatan Kintamani, Bangli yang mempunyai adat pemakaman yang unik. Jenasah hanya diletakkan tanpa dikubur di bawah pohon besar bernama Taru Menyan, dan jenasahnya tidak berbau.
Tetap terjadi penguraian atas mayat-mayat tersebut, tetapi disebabkan pohon Taru Menyan yang hanya tumbuh di daerah tersebut, yang bisa mengeluarkan bau harum, sehingga mayat tidak menjadi berbau busuk.

Tujuan berikutnya, keesokan hari adalah Lovina, dimana banyak ditemui Lumba-lumba di pantainya.
Kita harus bangun pagi-pagi sekali dan menggunakan perahu menuju ke laut.

Sangat menyenangkan untuk mengabadikan Lumba-lumba yang tengah bermain-main bersama beberapa perahu yang sedang berlayar. Pengalaman yang cukup mengesankan... :)

Masyarakat Bali sangat erat dengan karya seni, bahkan pengaturan bunga di hotel yang saya tempati pun, terlihat menarik.

Berikutnya adalah Candi Kuning, Bedugul.

Kemudian pantai Sanur di malam hari, sepi sekali suasana malam itu dengan ombak yang sangat tenang.

Dilanjutkan ke Pura Besakih, yang merupakan pura yang terbesar dan suci di Bali. Letaknya di kaki gunung Gunung Agung.

Garuda Wisnu Kencana (GWK) adalah area taman kebudayaan yang terletak di Bukit Peninsula di sebelah selatan pulau Bali.
Dibuat untuk Dewa Wisnu dan Burung Garuda yang selalu menyertainya.

Uluwatu dengan keindahan pantai tebing terjalnya membuat saya terpesona.
Suasana bertambah menyenangkan dengan adanya hewan monyet yang nakal dan juga ada monyet besar yang berwibawa.

Akhir kata dalam tulisan ini, mari kita bersama sama menjaga keindahan dan kebersihan alam Indonesia tercinta.

Salam dan terima kasih.

Go Back

Comment